Wisata Sejarah

Bangka Barat 

Muntok adalah kota tua yang didirikan oleh Abang Pahang, mertua Sultan Palembang Darusssalam Mahmud Badaruddin I (1720-1755) pada tahun 1722 dan menjadi ibu kota Karesidenan Bangka Belitung, sebelum dipindahkan oleh Residen J. Englenberg ke Pangkal Pinang pada tahun 1907.

KALAU Anda merencanakan liburan ke Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung, masukkan agenda mengunjungi bagian barat Pulau Bangka yakni Kabupaten Bangka Barat, dengan ibu kota Muntok.

Kalau rajin membolak-balik buku pelajaran sejarah, Kota Muntok tercatat sebagai kota pengasingan para tokoh kemerdekaan pasca Agresi Militer Belanda di Yogyakarta tahun 1949. Bahkan Presiden Soekarno (Bung Karno) dan Wapres Mohammad Hatta (Bung Hatta) dan para tokoh lainnya diterbangkan ke Muntok dengan alasan supaya terisolir dari pergaulan dunia internasional.

Menuju Muntok dari Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Bangka Belitung memerlukan waktu sekitar 3 jam dengan untuk jarak 138 kilometer. Apa yang dikemukakan Irwandi Azwar, Director Batamasya Travel, salah seorang peserta fam trip yang diadakan Disbuspar Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (25/4/2015) lalu, layak menjadi renungan para stake holder sektor pariwisata di Provinsi Bangka Belitung.

Asal Usul Nama Muntok

Sekitar tahun 1724-1725, Sultan Mahmud Badaruddin I memerintahkan kepada istri dan para petinggi kesultanan untuk berangkat dan melihat serta memastikan lokasi yang akan dipilih untuk tempat tinggal keluarga dari Siantan, salah satu negeri di bawah kekuasaan Kesultanan Johor.

Kemudian mereka berangkat dari Palembang menuju Pulau Bangka. Setelah pelayaran sampai di perairan luar Sungsang, dari kejauhan Ratu melihat sebuah daratan yang merupakan bagian dari Pulau Bangka. Semakin dekat daratan yang dituju, ternyata daratan tersebut adalah sebuah tanjung. Maka Ratu berujar dalam bahasa Melayu Siantan, “Daratan Entoklah” atau “A Muntok jadilah” (kalau itu jadi) sambil menunjuk ke arah daratan tersebut.

Maksud dari ucapan ini bahwa daratan yang di depan adalah tempat yang layak untuk kediaman keluarga dari Siantan. Ucapan Ratu tersebut selanjutnya menjadi cikal bakal pertama penamaan Muntok. Kata “entok” dalam dialek Melayu Siantan tersebut artinya “itulah”. Setelah itu Sultan pun memerintahkan Wan Akub serta keluarga dari Siantan untuk mendirikan tempat tinggal di daerah tersebut.

*dari berbagai sumber

This slideshow requires JavaScript.

Comments

comments